Tandatangan Perjanjian Comprehensive Engineering TOYO dan BASF di Asia Pasifik

Toyo Engineering Corporation (Toyo-Jepang, Presiden dan CEO Haruo Nagamatsu), bersama dengan Toyo Engineering Corporation (Cina) (Toyo-China, Presiden Benli Dong), telah menyimpulkan suatu perjanjian kemitraan  engineering yang lengkap  dengan BASF di Asia Pasifik untuk jangka waktu 5 tahun. Perjanjian ini mencakup Front End Engineering, Detailed Engineering, Procurement Service, Management Construction, dan layanan terkait proyek lainnya untuk investasi BASF di Asia Pasifik.

Perjanjian ini adalah pembaruan dari perjanjian kemitraan yang terdahulu/original dan diperpanjang dari waktu ke waktu sejak 2013 untuk memperkuat investasi kemitraan BASF lebih lanjut.   Sejak berakhirnya perjanjian kemitraan yang awal, Toyo Engineering Group (“TOYO”) terus berupaya untuk menyediakan tidak hanya layanan yang berkualitas tinggi tetapi juga berorientasi untuk memenuhi harapan BASF selama beberapa proyek di India, Malaysia, Cina dan Jepang.   Pembaruan perjanjian kemitraan ini dijalankan karena kepercayaan BASF yang tinggi melalui pelaksanaan proyek-proyek yang disebutkan di atas.

Dalam acara penandatanganan perjanjian ini, Bapak Hugues Vandenmersch, Wakil Presiden Senior, BASF Engineering & Technical Expertise Asia Pacific menyatakan, “Kami sangat menghargai strategic engineering hubungan kemitraan kami dengan TOYO. Sekarang kami telah memulai babak baru dari kemitraan kami. BASF mengumumkan secara ambisius rencana investasi di Asia Pasifik pada tahun 2018. Dengan chemistry hebat yang kami ciptakan dengan TOYO, kami yakin dapat bekerja sama untuk mengatasi tantangan di depan dan untuk melanjutkan kesuksesan kami pada proyek investasi masa depan”.

TOYO akan terus menyediakan solusi BASF yang hemat biaya dan inovatif untuk memenuhi harapan BASF di Asia Pasifik dengan memanfaatkan pengetahuan jaringan regional TOYO seperti Toyo-China, Toyo-India, Toyo-Malaysia, Toyo-Korea, IKPT (anak perusahaan Indonesia ) dan Layanan Proyek TEC (anak perusahaan Jepang).

Christina Sondang